Sabtu, 30 November 2013

Resume kelompok 4 " Peran komunikasi dalam organisasi "

Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. 
Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan.

Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi yaitu:

1. Fungsi informatif
Organisasi dipandang sebagai suatusistem pemrosesan infromasi. Dimana seluruh anggota dalam organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi melaksanakan pekerjaan secara lebih pasti.

2. Fungsi Regulatif
Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.

3. Fungsi Persuasif
Dalam mengatur organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Karena pekerjaan yang dilakukan secara sukarela akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibandingkan kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan.

4. Fungsi Integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dengan baik. Ada dua komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi dan laporan kemajuan organisasi, juga saluran komunikasi informal. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untukberpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.

Jenis-jenis hambatan komunikasi

A.      Hambatan teknis
Keterbatasan fasilitan dan peralatan komunikasi dari sisi teknologi yang semakin berkuranf dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi komunikasi dan infromasi sehingga saluran komunikasi dapat diandalkan dan efisien sebagai media komunikasi. Menurut Cruden dan Sherman dalam buku Personel Management, 1976 jenis hambatan teknis dari komunikasi yaitu:
1. Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas
2. Kurangnya informasi
3. Kurangnya keterampilan membaca
4. Pemilihan media yang kurang tepat.

B . Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambtan dalam proses penyampian ide secara efektif. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balil arti dan pengertian, tetapi seringkali keliru. Tidak adanya hubungan antara simbol dan apa yang disimbolkan dapat mengakibatkan kata yang dipakai ditafsirkan secara berbeda dari apa yang dimaksudkan sebernarnya.

C . Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor emosi dan prasangka pribadi. Menurut Cruden dan Sherman hambatan manusiawi terdiri dari :
1. Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia

2. Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi

resume kelompok 1 "Arti penting organisasi dalam bermasyarakat "

Pengertian Organisasi pun tebagi atas :
·         Manajemen dan organisasi
Organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan.
·         Manajemen dan tata kerja
Manajemen    :  menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pedayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelakasaan kegiatan demi tercapainya suatu tujuan.
Tata Kerja     :  menjelaskan bagaimana proses  kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber  dan waktu yang tersedia.
·         Manajemen , Organisasi dan Tata Kerja
Manajemen     : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
Organisasi       :  Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan.
Tata Kerja   : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Organisasi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
a.    Organisasi Formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.  Contoh organisasi formal: Organisasi Olah Raga, Organisasi Sekolah, Organisasi Negara.

b.    Organisasi Informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang melibatkan pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh organisasi informal: Organisasi Politik, Organisasi Sosial, Organisasi Mahasiswa.

resume kelompok 5 " Perkembangan dan perubahan organisasi "

Hal-hal untuk mengembangkan organisasi atau faktor-faktor yang dapat membantu mengembangkan organisasi terdiri dari dua factor, yaitu factor intern dan factor ekstern.
a.       Faktor Intern adalah factor yang terdapat dalam suatu organisasi tersebut. Faktor Intern terdiri dari :
Ø  Anggota organisasi tersebut
Ø  Sistem yang digunakan dalam organisasi tersebut
Ø  Manajemen keuangan organisasi tersebut
b.      Faktor Entern adalah faktor diluar faktor intern yang dapat mengganggu stabilitas berdirinya suatu organisasi. Faktor ekstern diantaranya terdiri dari :
Ø  Kemajuan teknologi
Ø  Perubahan ekonomi dunia
Ø  Perubahan peraturan pemerintah atau Negara

Tujuan dari perubahan dan pengembangan organisasi ini adalah untuk meningkatkan suatu kehendak yang kita inginkan untuk mencapai sebuah tujuan yang jelas.
Macam-macam tujuan perubahan dan perkembangan organisasi, yaitu:
1.      Untuk mempererat organisasi satu dengan organisasi yang lainnya
2.      Untuk meningkatkan mutu dari organisasi tersebut/organisasi yang telah dibuat
3.      Untuk meningkatkan peranan organisasi di masyarakat luas.
4.      Untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat.
5.      Untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan organisasi yang telah dibuat.

Dampak  perubahan dan pengembangan dalam organisasi dapat menjadi dampak yang positif jika tujuan dari suatu organisai dapat tercapai.
Dampak terbagi menjadi 2, yaitu:
1.      Dampak Positif

Dampak yang memberi rasa nyaman kepada masyarakat karena telah mempercayai organisasi yang telah diikuti.

2.      Dampak Negatif


Dampak negatif dari organisasi adalah dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, dan berakibat keruntuhan dari organisasi tersebut yang pada akhirnya proses perkembangan organisasi tersebut menjadi gagal total.

Resume kelompok 6 " arti penting kepemimpinan dalam organisasi "

  Masalah mengenai kepemimpinan diantaranya adalah mendefenisikan kepemimpinan, mengeksplorasi perbedaan-perbedaan antara seorang pemimpin dan manajer dan mendiskusikan sumber-sumber wewenang pemimpin.penulis akan membahas mengenai ciri-ciri, prilaku, dan teori kontijensi efektivitas kepemimpinan serta mendiskusikan tipologi kepemimpinan dalam organisasi. Pada bagian akhir penulis membahas mengenai pendekatan-pendekatan kepemimpinan baru terhadap lingkungan kerja pada zaman sekarang ini.

Teori klasik gaya kepemimpinan mengemukakan, pada dasarnya di dalam setiap gaya kepemimpinan terdapat 2 unsur utama, yaitu unsur pengarahan (directive behavior) dan unsur bantuan (supporting behavior). Dari dua unsur tersebut gaya kepemimpinan dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu otokrasi (directing), pembinaan (coaching), demokrasi (supporting), dan kendali bebas (delegating).

Tipe kepemimpinan dalam organisasi

1. Adaptif
2. Kecerdasan emosional
3. Karismatik
4. Authentic
5. “Level  5 leader”
6. Mindful leader
7. Narsisme
8.  ”No-excuse” leadership
9. Menular
10. Melayani
11. Storyteller
Fungsi kepemimpinan pada dasarnya menyangkut dua hal pokok, yakni:

(1) fungsi yang berkaitan dengan tugas yang disebut fungsi pemecahan masalah
(2) fungsi pemeliharaan kelompok yang disebut fungsi sosial


Langkah pengambilan keputusan bervariasi,  meskipun demikian secara umum meliputi :
1.     Merumuskan masalah
2.     Merumuskan hasil yang diharapkan

3.     Mengembangkan pilihan penyelesaian

Jumat, 29 November 2013

Resume kelompok 2 "Konflik dalam organisasi"


Konflik adalah  perbedaan pendapat antara anggota satu dengan yang lain akibat kurangnya komunikasi di dalam organisasi.Konflik Organisasi (organizational conflict) adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya- sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja dan atau kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai dan 
persepsi.Konflik dapat menimbulkan bermacam-macam dinamika prilaku berorganisasi.

PENYEBAB KONFLIK
  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
  •  Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
  • Perbedaan antara individu antar kelompok
  •  Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

   JENIS-JENIS KONFLIK

Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :
·         Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
·         Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
·         Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
·         Konflik antar atau tidak antar agama
·         Konflik antar politik.
·         konflik individu dengan kelompok


Resume kelompok 3 " Pengertian Organisasi "


Pengertian Organisasi
Pengertian organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuansuatubersama.Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai suatutujuan tertentu.

 OrganisasiMenurutBeberapaAhli:

Organisasi Menurut Stoneradalah suatu pola hubungan-hubungan orang-orang di     bawah pengarahan manajer (pimpinan) untuk mengejar tujuan bersama.
Organisasi Menurut James D. Mooneyadalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Organisasi Menurut Chester I. BernardOrganisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

  ProsesPengambilan Keputusan dalam Organisasi

Pengertian Pengaruh Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok. Metode yang mempengaruhi pengambilan keputusan antara lain:
·               Kekuatan fisik
·                Penggunaan sanksi (positif/negatif)
·                Keahlian
·               Kharisma (daya tarik).

menurut Adler dan Rodman, tidak ada yang terbaik dalam arti tidak ada ukuran-ukuran yang menjelaskan bahwa satu metode lebih unggul dibandingkan metode pengambilan keputusan lainnya. Metode yang paling efektif yang dapat digunakan dalam situasi tertentu, bergantung pada faktor-faktor:

jumlah waktu yang ada dan dapat dimanfaatkan.
tingkat pentingnya keputusan yang akan diambil oleh kelompok dan
kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh pemimpin kelompok dalam mengelola kegiatanpengambilan keputusan tersebut.

Adapun Konsep Pengambilan Keputusan, yait     Identifikasi dan diagnosis masalah
          Pengumpulan dan analisis data yang relevan
          Pengembangan dan evaluasi alternatif
          Pemilihan alternatif terbaik
          Implementasi keputusan dan evaluasi terhadap hasil -hasil.
Tipe –Tipe Keputusan Manajemen, yaitu:
            Keputusan-keputusan perseorangan dan strategi
            Kepusan-keputusan pribadi dan strategi
           Keputusan-keputusan dasar dan rutin Teknik Pengambilan Keputusan
           Teknik -teknik Kreatif
           Teknik -teknik Partisipatif

           Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern

Tanda-tanda kehancuran Israel

TAHUN ini, penjajahan Israel atas bumi Palestina memasuki tahun ke-63. Sebuah catatan yang panjang sekali. Selama dalam kurun waktu tersebut, sekarang ini, hampir 80% wilayah Palestina sudah berhasil dikuasai oleh para Zionis tersebut. Sehubungan dengan paham Anti-Semit yang merebak, banyak bangsa Yahudi yang “kembali” ke Israel (dalam bahasa Ibrani disebut dengan istilah aliyaa).

Paham Anti-Semit terjadi sedemikian rupa di luar perkiraan Israel sendiri. Isyu Holocaust yang selama ini dijadikan pelindung bagi Yahudi, perlahan-lahan mulai surut, dan bahkan banyak masyarakat Eropa sendiri yang tidak percaya kepada Holocaust sebenarnya. Di dalam negeri pun, Israel tengah “bertempur”. Para pemimpinnya saling sikut dan berebut kekuasaan. Friksi ini diyakini akan mengakibatkan tersendatnya kesatuan paham di antara mereka sendiri. Di sisi ekonomi, negara-negara yang selama ini memberikan bantuan kepada Israel mulai menuai protes dari rakyatnya untuk menghentikan kebijakan itu. Otomatis, Israel menjadi sedikit limbung. Salah satu yang membuat Israel melakukan agresi ke Gaza dua bulan silam salah satunya adalah untuk mencari sumber minyak baru dan air. Sudah beberapa waktu belakangan ini, Israel dilanda kekeringan. Sementara Hamas, sebagai penentang Israel nomor 1, seperti diprediksi banyak orang, malah semakin kuat pasca-agresi ke Gaza.

Beberapa hal ini oleh beberapa pengamat dijadikan sebagai indikasi ambang kehancuran negara Zionis yang ilegal. Uniknya, para analis Israel sendiri tidak menampik kekhawatiran ini. Inilah beberapa indikasi lain kehancuran Israel:

1. Sebagai negara penjajah Israel jelas kehilangan kemampuannya untuk melakukan peleburan dengan bangsa lain di kawasan Timur Tengah. Ini karena Israel hampir tidak beda dengan Barat dan merupakan kepanjangan kepentingan dan politik mereka di Timur Tengah. Misalnya saja dengan Mesir. Walau pada intinya, pemerintah Mesir berkongsi dengan Israel, namun masyarakatnya sendiri jelas-jelas menolak Zionis dalam bentuk apapun.

2. Israel mengalami ketimpangan secara demografi melawan pertumbuhan warga Arab. Hal ini nyata menimbulkan rasialisme terhadap warga Israel dari keturunan Arab dan terhadap warga Palestina. Israel akan berubah, seperti nasib Afrika Selatan pada masa rasialisme Apartheid. Pada akhirnya legalitas Israel akan tercerabut dan mereka akan dimusuhi. Fenomena ini sekarang sudah muncul secara internasional. Meski dukungan terhadap Yahudi di Amerika begitu kuat, mayoritas negara dunia tidak sepakat dalam hal ini. Apalagi jika strategi politik Arab menyerukan solusi satu negara dan bukan dua negara dalam menyelesaikan masalah konflik Palestina Israel.

3. Dunia semakin sadar tentang apa yang terjadi di Timur Tengah. Ini artinya tekanan masyarakat internasional terhadap pemerintah-pemerintahan mereka akan semakin kuat agar memiliki politik tegas terhadap Israel. Di Israel sendiri mulai ada sejumlah organisasi swasta mendukung aksi anti Israel dan melakukan aksi internasional melawan cara-cara Israel menghancurkan rumah warga Palestina dan pengusiran mereka. Dengan berangsurnya kemajuan ekonomi Negara-negara Timur Tengah, perimbangan dan bargaining perdagangan dengan sejumlah Negara akan mulai memaksa negara lain untuk mendukung kepentingan Arab. Secara otomatis Israel akan tercekik. Resesi ekonomi global menjadi jalan pembukanya.

4. Menurunnya jumlah militer Israel sebab jumlah kelompok usia tua militer Israel semakin tinggi. Di samping naiknya jumlah kelompok Yahudi ekstrem “harayadam” yang menolak bergabung dalam militer Israel. Sekarang ini, persentase mereka sudah menapai 9 persen dari warga Israel. Perang yang dilakukan Israel akan menimbulkan kerugian nyawa yang tidak terkira. Sementara bangsa Palestina, seperti yang sudah-sudah dan telah dibuktikan, akan selalu bisa bertahan dalam kondisi seperti ini.


5. Israel mengalami masalah sosial dan politik internal yang krusial. Perpecahan antara Kadima dan Likud akan terus berlanjut. Kadima, sebagai pemenang pemilu 2009 tidak mendapatkan pembagian yang adil dari sisi ekonomi dan kekuasaan. Tawaran dari Benjamin Netanyahu (ketua Likud) ditolak mentah-mentah oleh Tzipi Livni (Kadima). Kondisi ini akan berlangsung lama dan akan menjadi api dalam sekam bagi Israel.