Minggu, 04 Januari 2015
Xperia Z3 pun bisa bengkok
Belum lama ini, kasus 'bendgate' iPhone 6 Plus ramai diberitakan. iPhone 6 Plus dikatakan mudah bengkok jika si empunya menaruh ponsel di dalam kantung belakang atau kantung celana jeans yang sangat ketat.
Kini giliran pengguna Sony Xperia Z3 melaporkan kasus yang serupa pada perangkat ponsel miliknya. Anehnya, pengguna tersebut mengklaim jika ia tak pernah meletakkan ponselnya pada kantung belakang ataupun di dalam kantung celana jeans yang ketat.
Dikutip detikINET dari Ubergizmo, Senin (03/11/2014), sang pengguna mengatakan hanya menggunakan ponsel tersebut bersamaan dengan armband di lengannya. Ia mengklaim jika armband yang ia pakai tidak terlalu ketat, karena jika begitu maka aliran darah akan terhambat.
Tapi entah bagaimana, Xperia Z3 tersebut mendadak melengkung. Sebagai bukti, sang pengguna pun memposting foto-foto lengkungan yang terjadi di Xperia Z3 itu.
Kasus melengkungnya sebuah ponsel Sony Xperia kabarnya juga pernah dialami oleh pengguna Sony Xperia Z1 di awal tahun 2014. Selain dua kasus tadi tak begitu banyak pengguna Sony Xperia yang mengeluhkan kasus 'bendgate'.
Efek dari rokok elektrik
Semakin banyak yang menjual rokok elektronik belakangan ini terutama di internet. Orang biasanya menggunakan rokok elektronik sebagai media untuk berhenti merokok rokok tembakau. Rokok elektronik atau sering disebut E-cigar mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dengan rokok konvensional. Terdiri dari cartridge, vaporizer atau penguap dan baterai.
Asap yang dikeluarkan dari rokok elektronik berbeda dengan asap rokok yang terbuat dari tembakau karena meskipun mengandung nikotin tetapi tidak memberikan efek seburuk tembakau. Itu karena rokok elektronik tidak mengandung ribuan zat berbahaya yang dikandung dalam asap rokok.
Rokok jenis ini rasanya seperti rokok konvensional namun ada juga yang diberi rasa tambahan seperti rasa permen atau rasa buah-buahan. Pada saat rokok ini dihisap, ujungnya akan menyala hampir tidak ada bedanya dengan rokok biasa. Asap juga terlihat keluar dari rokok elektronik ini. Para produsen rokok ini mengaklaim bahwa dalam rokok elektronik juga tidak terdapat kandungan seperti karbon monoksida atau dioksida, tidak menyebabkan bau, napas tidak bau dan tidak menjadikan gigi kuning.
Meskipun mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan rokok konvensional bukan berarti rokok elektronik tidak menimbulkan efek merugikan. Â Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh FDA (Food and Drug Administration)Â pada 19 cartridge rokok elektronik dari berbagai merk menghasilkan kesimpulan:
1. Semua cartridge yang diberi label “tanpa nikotin” ternyata mengandung nikotin kecuali satu buah.
2. Label nikotin rendah, menengah dan tinggi tidak sesuai. Kenyataanya rokok tersebut mempunyai kadar nikotin yang bervariasi.
3. Salah satu cartridge berisi bahan antibeku beracun, dietilena glikol.
4. Perangkat yang mengeluarkan ” nitrosamin yang karsinogen manusia.”
5. Perangkat yang mengeluarkan “polutan yang dicurigai berbahaya bagi manusia.”
Meskipun FDA sangat tidak menganjurkan untuk menggunakan rokok elektronik tetapi FDA masih belum bisa mencegah peredarannya karena masih dalam proses hukum. Nikotin tetaplah nikotin merupakan zat yang menimbulkan kecanduan, dan tentu saja nikotin meskipun sudah di buat cairan dan dihisap melalui rokok elektronik tetapi tetap diambil dari tembakau.
Rokok elektronik memang masih sangat kontroversial, Ahli regulasi tembakau Michel Eriksen, ScD, direktur Georgia State University mengatakan bahwa “Ini mungkin memiliki nilai. “Potensi  rokok elektronik untuk membantu dalam berhenti merokok adalah nyata tapi belum sempurna”.
Rokok ini sering digunakan sebagai alat bantu bagi mereka yang ingin berhenti merokok dan beberapa survey membuktikan bahwa rokok jenis ini sedikit membantu mereka yang ingin berhenti merokok.
Asap yang dikeluarkan dari rokok elektronik berbeda dengan asap rokok yang terbuat dari tembakau karena meskipun mengandung nikotin tetapi tidak memberikan efek seburuk tembakau. Itu karena rokok elektronik tidak mengandung ribuan zat berbahaya yang dikandung dalam asap rokok.
Rokok jenis ini rasanya seperti rokok konvensional namun ada juga yang diberi rasa tambahan seperti rasa permen atau rasa buah-buahan. Pada saat rokok ini dihisap, ujungnya akan menyala hampir tidak ada bedanya dengan rokok biasa. Asap juga terlihat keluar dari rokok elektronik ini. Para produsen rokok ini mengaklaim bahwa dalam rokok elektronik juga tidak terdapat kandungan seperti karbon monoksida atau dioksida, tidak menyebabkan bau, napas tidak bau dan tidak menjadikan gigi kuning.
Meskipun mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan rokok konvensional bukan berarti rokok elektronik tidak menimbulkan efek merugikan. Â Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh FDA (Food and Drug Administration)Â pada 19 cartridge rokok elektronik dari berbagai merk menghasilkan kesimpulan:
1. Semua cartridge yang diberi label “tanpa nikotin” ternyata mengandung nikotin kecuali satu buah.
2. Label nikotin rendah, menengah dan tinggi tidak sesuai. Kenyataanya rokok tersebut mempunyai kadar nikotin yang bervariasi.
3. Salah satu cartridge berisi bahan antibeku beracun, dietilena glikol.
4. Perangkat yang mengeluarkan ” nitrosamin yang karsinogen manusia.”
5. Perangkat yang mengeluarkan “polutan yang dicurigai berbahaya bagi manusia.”
Meskipun FDA sangat tidak menganjurkan untuk menggunakan rokok elektronik tetapi FDA masih belum bisa mencegah peredarannya karena masih dalam proses hukum. Nikotin tetaplah nikotin merupakan zat yang menimbulkan kecanduan, dan tentu saja nikotin meskipun sudah di buat cairan dan dihisap melalui rokok elektronik tetapi tetap diambil dari tembakau.
Rokok elektronik memang masih sangat kontroversial, Ahli regulasi tembakau Michel Eriksen, ScD, direktur Georgia State University mengatakan bahwa “Ini mungkin memiliki nilai. “Potensi  rokok elektronik untuk membantu dalam berhenti merokok adalah nyata tapi belum sempurna”.
Rokok ini sering digunakan sebagai alat bantu bagi mereka yang ingin berhenti merokok dan beberapa survey membuktikan bahwa rokok jenis ini sedikit membantu mereka yang ingin berhenti merokok.
Minggu, 28 Desember 2014
6 fitur keren google
Banyak hal yang Google tawarkan lewat layanannya selain mesin pencari. Sebagai contohnya, perusahaan yang berbasis di Mountain View, California, AS ini dapat membantu Anda merencanakan hari pernikahan Anda.
Dari yang konyol hingga yang bermanfaat, berikut ini hal-hal yang bisa Anda lakukan dengan Google lewat fitur-fitur yang (mungkin) tidak Anda ketahui sebelumnya.
1. Bermain Atari
Sebelum konsol next-gen diciptakan, para gamer angkatan 70- sampai 80-an pasti familiar dengan nama Atari. Jika Anda ingin mengetahui bagaimana rasanya bermain permainan jadul Atari, Anda dapat mengunjungi Google Image dan mengetik “Atari Breakout” pada kolom pencarian.
2. Eksplorasi ruang angkasa
Tidak perlu pergi jauh-jauh ke observatorium jika ingin menjelajahi pelosok alam semesta. Dengan pergi ke alamat Google.com/sky, Anda dapat melihat-lihat koleksi gambar yang diperoleh dari satelit NASA, Sloan Digital Sky Survey dan Teleskop Luar Angkasa Hubble.
3. Pengucapan angka dalam Bahasa Inggris
Bingung ketika berhadapan dengan deretan angka dan harus mengucapkannya menggunakan Bahasa Inggris? Tenang, Google akan membantu Anda bagaimana cara mengucapkannya. Masukkan deretan angka yang dimaksud dalam kolom pencarian kemudian tambahkan “=english” setelahnya.
4. Main Lego
Lepaskan jiwa anak-anak di dalam diri Anda dengan mengunjungi situs BuildWithChrome.com. Situs yang dipersembahkan oleh Google Chrome dan Lego tersebut memungkinkan Anda menyusun keping-keping Lego secara virtual lewat browser Chrome pada PC atau perangkat mobile Anda.
5. Merencanakan Pernikahan
Akan melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat? Google dapat membantu Anda merencanakannya, mengumumkannya kepada teman-teman Anda, mencatat lokasi resepsi, membuat situs khusus dan lain-lain. Semua itu dapat dilakukan dengan gratis dengan mengunjungi Google.com/weddings.
6. Unduh font gratis
Bosan dengan jenis huruf yang itu-itu saja? Coba kunjungi Google.com/fonts untuk memilih font-font keren lain yang dapat Anda unduh dan gunakan secara cuma-cuma.
Dari yang konyol hingga yang bermanfaat, berikut ini hal-hal yang bisa Anda lakukan dengan Google lewat fitur-fitur yang (mungkin) tidak Anda ketahui sebelumnya.
1. Bermain Atari
Sebelum konsol next-gen diciptakan, para gamer angkatan 70- sampai 80-an pasti familiar dengan nama Atari. Jika Anda ingin mengetahui bagaimana rasanya bermain permainan jadul Atari, Anda dapat mengunjungi Google Image dan mengetik “Atari Breakout” pada kolom pencarian.
2. Eksplorasi ruang angkasa
Tidak perlu pergi jauh-jauh ke observatorium jika ingin menjelajahi pelosok alam semesta. Dengan pergi ke alamat Google.com/sky, Anda dapat melihat-lihat koleksi gambar yang diperoleh dari satelit NASA, Sloan Digital Sky Survey dan Teleskop Luar Angkasa Hubble.
3. Pengucapan angka dalam Bahasa Inggris
Bingung ketika berhadapan dengan deretan angka dan harus mengucapkannya menggunakan Bahasa Inggris? Tenang, Google akan membantu Anda bagaimana cara mengucapkannya. Masukkan deretan angka yang dimaksud dalam kolom pencarian kemudian tambahkan “=english” setelahnya.
4. Main Lego
Lepaskan jiwa anak-anak di dalam diri Anda dengan mengunjungi situs BuildWithChrome.com. Situs yang dipersembahkan oleh Google Chrome dan Lego tersebut memungkinkan Anda menyusun keping-keping Lego secara virtual lewat browser Chrome pada PC atau perangkat mobile Anda.
5. Merencanakan Pernikahan
Akan melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat? Google dapat membantu Anda merencanakannya, mengumumkannya kepada teman-teman Anda, mencatat lokasi resepsi, membuat situs khusus dan lain-lain. Semua itu dapat dilakukan dengan gratis dengan mengunjungi Google.com/weddings.
6. Unduh font gratis
Bosan dengan jenis huruf yang itu-itu saja? Coba kunjungi Google.com/fonts untuk memilih font-font keren lain yang dapat Anda unduh dan gunakan secara cuma-cuma.
Sabtu, 27 Desember 2014
Diksi (Pilihan Kata)
Diksi adalah ketepatan pilihan kata untuk menyatakan
sesuatu. Diksi atau pilihan kata pada dasarnya adalah hasil upaya memilih kata
tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea, atau wacana. Diksi atau pilihan
kata merupakan satu unsur yang sangat penting, baik dalam dunia
karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari.
Pilihan kata atau Diksi adalah pemilihan kata – kata yang
sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Diksi atau Plilihan kata mencakup pengertian kata –
kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk
pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan
gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
Pemilihan kata mengacu pada pengertian penggunaan kata-kata
tertentu yang sengaja dipilih dan
digunakan oleh pengarang. Mengingat bahwa karya fiksi (sastra) adalah
dunia dalam kata, komunikasi dilakukan dan ditafsirkan lewat kata-kata.
Pemilihan kata-kata tentunya melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk
mendapatkan efek yang dikehendaki (Nurgiyantoro 1998:290).
Jika dilihat dari kemampuan pengguna bahasa, ada beberapa
hal yang mempengaruhi pilihan kata, diantaranya :
Tepat memilih kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang
‘diamanatkan’
kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna
sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan
bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembacanya.
menguasai sejumlah kosa kata (perbendaharaan kata) yang dimiliki
masyarakat bahasanya, serta mampu menggerakkan dan mendayagunakan kekayaannya
itu menjadi jaring-jaring kalimat yang jelas dan efektif.
Adapun fungsi Pilihan kata atau Diksi adalah Untuk
memperoleh keindahan guna menambah daya ekspresivitas. Maka sebuah kata akan
lebih jelas, jika pilihan kata tersebut tepat dan sesuai. Ketepatan pilihan
kata bertujuan agar tidak menimbulkan interpretasi yang berlainan antara
penulis atau pembicara dengan pembaca atau pendengar, sedangkan kesesuaian kata
bertujuan agar tidak merusak suasana. Selain itu berfungsi untuk menghaluskan
kata dan kalimat agar terasa lebih indah. Dan juga dengan adanya diksi oleh
pengarang berfungsi untuk mendukung jalan cerita agar lebih runtut
mendeskripsikan tokoh, lebih jelas mendeskripsikan latar waktu, latar tempat,
dan latar sosial dalam cerita tersebut.
Beberapa fungsi diksi secara umum adalah sebagai berikut:
1. melambangkan
gagasan yang diekspresikan secara verbal,
2. membentuk gaya
ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar
atau pembaca,
3. menciptakan
komunikasi yang baik dan benar,
4. menciptakan
suasana yang tepat,
5. mencegah
perbedaan penafsiran,
6. mencegah salah
pemahaman, dan
7. mengefektifkan
pencapaian target komunikasi.
Manfaat Pilihan Kata Yang Tepat dapat membedakan secara cermat kata-kata denitatif dan
konotatif; bersinonim dan hampir bersinonim; kata-kata yang mirip dalam
ejaannya.
Dapat membedakan kata-kata ciptaan sendiri dan juga kata
yang mengutip dari orang yang terkenal yang belum diterima dimasyarakat.
Sehingga dapat menyebabkan kontroversi dalam masyarakat.
Pengertian diksi adalah pilihan kata. Maksudnya, kita
memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu
unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia
tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan
suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus memberikan suatu
ketepatan kepada kita tentang pemakaian kat-kata. Dalam hal ini, makna kata
yang tepatlah yang diperlukan.
Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan
tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Di samping itu,
pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan
kata-kata itu.
v Syarat- Syarat
Memilih Kata Yang Tepat
Ketepatan kata adalah kemampuan sebuah kata untuk
menimbulkan gagasan yang sama pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti
yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembicara.
Syarat-syarat kata yang tepat :
1. membedakan
makna denotasi dan konotasi dengan cermat,
2. membedakan
secara cermat makna kata yang hampir bersinonim,
3. membedakan
makna kata secara cermat kata yang mirip ejaannya,
4. tidak
menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jika
pemahamannya belum dapat dipastikan, pemakai kata harus menemukan makna yang
tepat dalam kamus,
5. menggunakan
imbuhan asing (jika diperlukan) harus memahami maknanya secara tepat,
6. menggunakan
kata-kata idiomatik berdasarkan susunan (pasangan) yang benar,
7. menggunakan
kata umum dan kata khusus secara cermat,
8. menggunakan
kata yang berubah makna dengan cermat,
9. menggunakan
dengan cermat kata yang bersinonim, berhomofon, dan berhomografi,
10. menggunakan kata
abstrak dan kata konkret secara cermat.
Hal yang utama mengenai diksi adalah
1.Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana
yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk
pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan-ungkapan yang
tepat, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
2.Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara
tepat nuansa-nuansa makna dari suatu gagasan yang ingin disampaikan, dan
kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai
rasa yang dimiliki kekompok masyarakat pendengar.
3.Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh
penguasaan sejumlah besar kosa kata atau pembendaharaan kata bahasa itu.
Sedangkan yang dimaksud perbendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah
keseluruhan kata yang dimiliki oleh sebuah bahasa.
KESESUAIAN DIKSI
Perbedaan ketepatan dan kecocokan pertama-tama mencakup soal
kata mana yang akan digunakan dalam kesempatan tertentu, walaupun kadang-kadang
masih ada perbedaan tambahan berupa perbedaan tata bahasa,pola kalimat, panjang
atau kompleknya suatu alinea, dari beberapa segi lain. Perbedaan antara
ketepatan dan kesesuaian dipersoalkan adalah apakah kita dapat mengungkapkan
pikiran kita dengan cara yang sama dalam sebuah kesempatan dan lingkungan yang
kita masuki.
A.Syarat-Syarat Kesesuaian Diksi
Syarat-syarat kesesuaian diksi adalah sebagai berikut:
1.Hindarilah sejauh mungkin bahasa aatau unsur substandard
dalam situasi yang formal.
2.Gunakanlah kata-kata ilmiah dalam situasi yang khusus
saja. Dalam situasi yang umum hendaknya penulis dan pembicara mempergunakan
kata-kata popular.
3.Hindarilah jargon dalam tulisan untuk pembaca umum.
4.Penulis atau pembicara sejauh mungkin menghindari
pemakaian kata-kata slang
5.Dalam penulisan jangan mempergunakan kata percakapan.
6.Hindarilah ungkapan-ungkapan usang (idiom yang mati).
7.Jauhkan kata-kata atau bahasa yang artfisial
Hal-hal tersebut akan diuraikan lebih lanjut dalam
bagian-bagian di bawah ini
1. Bahasa Standar dan Sub Standar
Bahasa standar adalah semacam bahasa yang dapat dibatasi
sebagai tutur dari mereka yang mengenyam kehidupan ekonomis atau menduduki
status sosial yang cukup dalam suatu masyarakat. Kelas ini meliputi
pejabat-pejabat pemerintah, ahli bahasa, ahli hukum, dokter, pedagang, guru,
penulis, penerbit, seniman, insinyur, dan lain sebagainya
Bahasa non stsndar adalah bahasa dari mereka yang tidak
memperoleh pendidikan yang tinggi. Pada dasarnya, bahasa ini dipakai untuk
pergaulan biasa, tidak di pakai dalam tulisan. Kadang unsur ini digunakan juga
oleh para kaum pelajar dalam bersenda gurau, dan berhumor. Bahasa non stadar
juga berlaku untuk suatu wilayah yang luas dalam wilayah bahasa standar.
Bahsa standar lebih efektif dari pada bahasa non standar.
Bahasa non standar biasanya cukup untuk digunakan dalam kebutuhan-kebutuhan
umum.
2.Kata Ilmiah dan Kata Populer
Pilihan kata dalam hubungan dengan kesempatan yang dihadapi
seseorang dapat dibagi atas beberapa macam kategori salah satunya adalah
kata-kata
ilmiah melawan kata-kata populer.
Bagian terbesar dari kosa kata sebuah bahasa terdiri dari
kata-kata yang umum yang dipakai oleh semua lapisan masyarakat, baik yang
terpelajar maupun orang atau rakyat jelata. Maka kata ini dinamakan kata-kata
populer.
Kata-kata ini juga dipakai dalam pertemuan-pertemuan resmi,
dalam diskusi-diskusi yang khusus, dan dalam diskusi-diskusi ilmiah.
Contoh:
Kata populer kata ilmiah
Sesuai Harmonis
Pecahan Fraksi
Aneh Eksentrik
Bukti Argumen
Kesimpulan konklusi
3. Jargon
Kata jargon mengandung beberapa pengertian.
Jargon adalah suatu bahasa,dialek, atau struktur yang
dianggap kurang sopan atau aneh tetapi istilah itu dipakai juga untuk mengacu
semacam bahasa atau dialek hybrid yang timbul dari percampuran bahasa-bahasa,
dan sekaligus dianggap sebagai bahasa perhubungan atau lingua franca.
Jargon diartikan sebagai kata-kata teknis atau rahasia dalam
suatu bidang ilmu tertentu, dalam bidang seni, perdagangan, kumpulan rahasia,
atau kelompok-kelompok khusus lainnya.
Oleh karena jargon merupakan bahasa yang khusus sekali, maka
tidak akan banyak artinya bila dipakai untuk suatu sasaran yang umum. Sebab
itu, hendaknya dihindari sejauh mungkin unsur jargon dalam sebuah tulisan umum.
4.Kata Percakapan
Kata percakapan adalah kata-kata yang biasa dipakai dalam
percakapan atau pergaulan orang-orang yang terdidik. Pengertian percakapan ini
disini sama sekali tidak boleh disejajarkan dengan bahasa yang tidak benar,
tidak terpelehara atau tidak disenangi.
Bahasa percakapan yang dimaksud disini lebih luas dari
pengertian kat-kat populer, kata-kata percakapan mencakup pula sebagian
kata-kata ilmiah yang biasa dipakai oleh golongan terpelajar
5.Kata Slang
Kata slang adalah kata-kata non standar yang disusun secara
khas; bertenaga dan jenaka yang dipakai dalam percakapan. Kadang kala kata
slang yang dihasilkan dari salah ucap yang disengaja.
Kata-kata slang sebenarnya bukan hanya terdapat pada
golongan terpelajar, tetapi juga pada semua lapisan masyarakat.
6.Idiom
Idiom adalah pola struktural yang menyimpang dari
kaidah-kaidah bahasa yang umum, biasanya berbentuk frase, sedangkan artinya
tidak bisa diterangkan secara logis, dengan bertumpu pada makna kata-kata yang
membentuknya, misalnya: seorang asing yang sudah mengetahui makna kata makan
dan tangan, tidak akan memahami makna perasa makan tangan. Siapa yang berfikir
bahwa makan tangan sama artinya dengan kena tinju atau beruntung besar ? dan
selanjutnya idiom-idiom yang menggunakan kata makan seperti: makan garam, makan
hati, dan senagainya.
7.Bahasa Artifisial
Yang dimaksud dengan artifisial adalah bahasa yang disusun
secara seni.
Fakta dan pernyataan-pernyataan yang sederhana dapat
diungkapkan dengan sederhana dan langsung tak perlu disembunyikan.
Artifisial : Ia mendengar kepak sayap kalelawar dan guyuran
sisa hujan dari dedaunan, karena angin kepada kemuning.
Ia mendengar resah kuda serta langkah pedati ketika langit
bersih kembali menampakkan bima sakti yang jauh.
Biasa :Ia mendengar bunyi sayap kelelawar dan sisa hujan
yang ditiup angin di daun.
Ia mendengar derap kuda dan pedati ketika langit mulai
terang.
Sabtu, 08 November 2014
Analisis sebuah artikel
Topik berita : Mourinho suka atmosfir Liverpool
Jenis paragraf : deskripsi
paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan tujuan agar
pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar, atau merasakan sendiri semua yang
ditulis oleh penulis.
Kalimat
tidak efektif :
- saking sunyinya atmosfer stamford bridge.
- suporter Liverpool di kenal sangat berapi-api dalam memberikan dukungan kepada the reds.
- Terakhir kali chelsea main di Anfield pada bulan April silam.
kalimat efektif :
- sangat sepinya atmosfer stamford bridge.
- pendukung Liverpool di kenal sangat semangat dalam memberikan dukungan kepada the reds.
- Terakhir kali chelsea bertanding di Anfield pada bulan april lalu.
Sabtu, 11 Oktober 2014
Dwi Nur Wulandari
Dwi Nur Wulandari itu nama pacar gua dan kalo lu mau tahu dia kaya gimana?? tenang udh gua upload, itu di atas fotonya. cantik kan dia ehehehe, demi dia gua engga pernah bbman sama cewe laen walau kalo gua bilang ini ke wulan dia jawab " gua nggak pernah larang lu bbman sama cewe laen " tapi tetep aja bro gua nggak akan bbman saa cewe laen karna gua takut tergoda sama yga laen hahahaa maklum cowo. tapi, kalo buat hal penting soal tugas kuliah atau apa aja deh boleh kan ya bm cewe tapi tenang nggak setiap hari haha.
semoga aja gua bisa awet ya sama dia, amin. walau temen gua ada yang bilang dia kurang tinggi, kurang mancung, kurang cantik, buat gua dia sempurna bro yaaa selera orang beda-beda kan. lagia percuma punya pacar cantik-cantik tau"nya lu di selingkuhin hahahaha. mending kaya wulan dia baik, setia,dan yang pasti dia sayang sama gua. ini yang buat gua tetep pilih dia dari pada yang laen karna wulan bisa kasih kepastian. walau dia susah buat maafin orang, gampang badmood, nething sma orng, tapi ya inilah wulan, wulan ya wulan mau diapain juga ya tetep wulan jadi gua lebih baik mahamin dia dan ngerubah pandangan gua dari pada harus minta dia buat rubah sikapnya. setuju kan bro?? hahaha
ini salah satu cara biar gua bisa berfikir dewasa yaitu nggak egois, mending gua ngalah daripada hubungan gua sama dia putus, ini salah satu bukti gua sayang sama dia. yaaa kalian pasti tau kan kalo orang pacaran sama" mentingin egonya pasti mereka putus trusbesoknya nyesel hahahah. sebelum itu terjadi mending gua antisipasi ya nggak ?.
kesimpulannya gua sayang banget sama dia, gua juga nggak mau kehilangan dia. cukup dia di hidup gua walau banyak yang lebih sempurna dari dia tapi cuma dia yang bisa bikin gua sempurna hehehe.
mungkin agak lebay ya gua nulis ini di blog, ya tapi dari pada di sosmed duh... saya bukan anak alay hahaha.
mungkin gua pernah bohong sama dia tapi disini gua jujur 100% nggak ada yang gua edit sedikitpun kalo gua bohong jerawatan di idung hahaha.
dan buat wulan semangat ya belajarnya minggu depan udh mulai uts kan. semoga kamu bisa ngerjain soal"nya dan kamu dapet nilai bagus ya. aminn.
Senin, 06 Oktober 2014
Peran dan fungsi bahasa Indonesia
Ø
Pengertian bahasa
Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa
adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat
ucap manusia.
Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau
kumpulan kata. Masing-masing mempunyaimakna, yaitu, hubungan abstrak antara
kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakiliKumpulan kata atau
kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan
abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus
atau leksikon.
Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita
ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitusaja, melainkan mengikuti aturan
yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kitaharus memilih
kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa.
Seperangkataturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan
sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata bahasa.
Pada bab berikutnya, sehubungan dengan tata bahasa akan kita
bicarakan secara terperinci fonologi, morfologi, sintaksis, semantikdan
etimologi. Fonologi ialah bagian tata bahasa yang membahas atau mempelajari
bunyi bahasa. Morfologi mempelajari proses pembentukan kata secara gramatikal
besertaunsur-unsur dan bentuk-bentuk kata. Sintaksis membicarakan
komponen-komponen kalimat dan proses pembentukannya. Bidang ilmu bahasa yang
secara khusus menganalisis arti atau makna kata ialah semantik, sedang yang
membahas asal-usul bentuk kata adalah etimologi,
Fungsi bahasa
Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah
sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi
informatif).
Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk
menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan,
karena bahasa juga berfungsi:
a.untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan
sehari-hari.
b.untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan
bahasa dengan seindah- indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
c.sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di
luar pengetahuan kebahasaan.
d.untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama
d.untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama
kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu
sendiri (tujuan filologis). Dikatakan oleh para ahli budaya, bahwa bahasalah
yang memungkinkan kita membentuk diri sebagaimakhluk bernalar, berbudaya, dan
berperadaban. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja sama,mengadakan
transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita
masing-masing.Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari
ini, dan merencanakan masa depan.
Jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu
benar. Kita ambil contoh, misalnya,mahasiswa. Ia membutuhkan informasi yang
berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalam setiapujian dan sukses meraih
gelar atau tujuan yang diinginkan. Seorang dokter juga sama. Ia
memerlukaninformasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya
dengan segera.Contoh lain, seorang manager yang mengoperasikan, mengontrol,
atau mengawasi perusahaan tanpainformasi tidak mungkin dapat mengambil
keputusan atau menentukan kebijakan. Karena setiap orang membutuhkan informasi,
komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi, dengan sendirinya bahasa
juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang.
Ø
Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia
Sebagaimana kita ketahui dari uraian di atas, bahwa sesuai
dengan ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28Oktober 1928, bahasa Indonesia diangkat
sebagai bahasa nasional, dan sesuai dengan bunyi UUD 45, BabXV, Pasal 36
Indonesia juga dinyatakan sebagai bahasa negara. Hal ini berarti bahwa bahasa
Indonesiamempunyai kedudukan baik sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.
Yang dimaksud dengan kedudukan bahasa ialah status relatif
bahasa sebagai sistem lambang nilai budaya,yang dirumuskan atas dasar nilai
sosialnya Sedang fungsi bahasa adalah nilai pemakaian bahasa tersebutdi dalam
kedudukan yang diberikan.
1. Bahasa Nasional
Sehubungan dengan kedudukannya sebagai bahasa nasional,
bahasa Indonesia memiliki empat fungsi. Keempat fungsi tersebut ialah sebagai:
1.lambang identitas nasional,
2.lambang kebanggaan nasional,
3.alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar
belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda, dan
4.alat perhubungan antarbudaya dan daerah.
2. Bahasa Negara
Berkaitan dengan statusnya sebagai bahasa negara, bahasa
Indonesia berfungsi sebagai:
1.bahasa resmi negara,
1.bahasa resmi negara,
2.bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,
3.bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk
kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan
4.bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan
pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Ø
Bahasa Indonesia baku
Bahasa Indonesia yang baku ialah bahasa Indonesia yang
digunakan orang-orang terdidik dan yangdipakai sebagai tolak bandingan
penggunaan bahasa yang dianggap benar. Ragam bahasa Indonesia yangbaku ini
biasanya ditandai oleh adanya sifat kemantapan dinamis dan ciri kecendekiaan.
Yang dimaksuddengan kemantapan dinamis ini ialah bahwa bahasa tersebut selalu
mengikuti kaidah atau aturan yangtetap dan mantap namun terbuka untuk menerima
perubahan yang bersistem. Ciri kecendekiaan bahasa baku dapat dilihat dari
kemampuannya dalam mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di berbagai bidang
kehidupan dan ilmu pengetahuan. Bahasa Indonesia baku dipakai dalam:
1.komunikasi resmi, seperti dalam surat-menyurat resmi,
peraturan pengumuman instansi resmi atau undang-undang;
2.tulisan ilmiah, seperti laporan penelitian, makalah,
skripsi, disertasi dan buku-buku ilmu pengetahuan
3.pembicaraan di muka umum, seperti dalam khotbah, ceramah,
kuliah pidato; dan
4.pembicaraan dengan orang yang dihormati atau yang belum dikenal.
4.pembicaraan dengan orang yang dihormati atau yang belum dikenal.
Ø
Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam
Konteks Ilmiah
Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting,
antara lain, bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi: Kami
putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ini
berarti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, kedudukannya berada di
atas bahasa-bahasa daerah. Selain itu, di dalam Undang-Undang Dasar 1945
tercantum pasal khusus (Bab XV, Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia
yang menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Dengan demikian ada
dua macam kedudukan bahasa Indonesia. Pertama, bahasa Indonesia berkedudukan
sebagai bahasa nasional, sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928, dan kedua bahasa
Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara, sesuai dengan Undang-Undang Dasar
1945.
Dalam tulisan ilmiah, bahasa sering diartikan sebagai
tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan,
tinjauan, penelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu,
menurut metode tertentu, dengan sistematika penulisan tertentu, serta isi,
fakta, dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bentuk-bentuk karangan ilmiah identik dengan jenis karangan ilmiah, yaitu
makalah, laporan praktik kerja, kertas kerja, skripsi, tesis, dan disertasi.
Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang
terpenting. Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya. Antara lain :
• Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi
bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan; yang meliputi
pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan
pemakaian tanda baca.
• Dalam hal penulisan kata. Baik kata dasar, kata turunan,
bentuk ulang, kata ganti, kata depan, kata sandang, maupun gabungan kata.
• Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel
lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh:
Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang
mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan pergi. Kata-kata yang
sudah dianggap padu ditulis serangkai, seperti andaipun, ataupun, bagaimanapun,
kalaupun, walaupun, meskipun, sekalipun.
• Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Berdasarkan
pemakaiannya, bahasa memiliki bermacam-macam ragam sesuai dengan fungsi,
kedudukan, serta lingkungannya. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam
lisan dan ragam tulis. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam
lisan takbaku; ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis
takbaku.
• Dalam penulisan Singkatan dan Akronim.Singkatan nama
orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh:
Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum ). Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau
lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth. Singkatan nama
resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta
dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf
kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR GBHN KTP PT. Akronim nama
diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan
huruf kapital. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. Akronim nama diri yang berupa
gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis
dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani.
• Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata
bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal
sebagai abad teknologi.
Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua
kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai
berturut-turut. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak
diterima diperguruan tinggi itu.
• Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.),
tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung, (-)
tanda pisah (_), tanda petik (“), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat
atau aprostop (‘).
• Dalam pemakaian imbuhan, awalan, dan akhiran.
Dalam penulisan ilmiah, selain harus memperhatikan faktor
kebahasaan, kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan.
Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan
tempat menampung ide. Dalam kaitan ini, kita harus memperhatikan ketepatan kata
yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan, kemudian kesesuaian kata
dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca.
Mengetahui Fungsi Bahasa Secara Umum
Fungsi umum bahasa indonesia adalah sebagai alat komunikasi
sosial. Bahasa pada dasarnya sudah menyatu dengan kehidupan manusia. Aktivitas
manusia sebagai anggota masyarakat sangat bergantung pada penggunaan bahasa
masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan disampaikan
lewat bahasa.
Selain fungsi bahasa diatas, bahasa merupakan tanda yang
jelas dari kepribadian manusia. Melalui bahasa yang digunakan manusia, maka
dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan, kehidupan
sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia.
Menurut Sumiati Budiman (1987 : 1) mengemukakan bahwa fungsi
bahasa dapat dibedakan berdasarkan tujuan, yaitu :
1. Fungsi praktis
Bahasa digunakan sebagai komunikasi dan interakis antar
anggota masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari.
2. Fungsi cultural
Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan, menyebarkan
dan mengembangkan kebudayaan.
3. Fungsi artistic
Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa
estetis (keindahan) manusia melalui seni sastra.
4. Fungsi edukatif
Bahasa digunakan sebagai alat menyampaikan dan mengembangkan
ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Fungsi politis
Bahasa digunakan sebagai alat untuk mempusatkan bangsa dan
untuk menyelenggarakan administrasio pemerintahan.
Mencermati keadaan dan perkembangan dewasa ini, semakin terasakan
betapa besar fungsi dan peran bahasa dalam kehidupan manusia. Tanpa bahasa
kehidupan manusia terasa hampa dan tidak berarti. Melalui peran bahasa, manusia
dapat menjadikan dirinya menjadi manusia berbudi pekerti, berilmu dan
bermartabat tinggi. Berdasarkan semua ini, dapat disimpulkan fungsi bahasa
yaitu sbb:
1. Bahasa sebagai alat komunikasi
Melalui Bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi
dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia sebagai makhluk sosial. Manusia
dapat memikirkan, mengelola dan memberdayakan segala potensi untuk kepentingan
kehidupan umat manusia menuju kesejahteraan adil dan makmur. Manusia dalam
berkomunikasi tentu harus memperhatikan dan menerapkan berbagai etika sehingga
terwujud masyarakat yang madani selamat dunia dan akhirat. Bahasa sebagai alat
komunikasi berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana untuk mencapai suatu
keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia, baik sebagai insan akademis maupun
sebagai warga masyarakat. Penggunaan bahasa yang tepat menjadikan seseorang
dalam memperlancar segala urusan. Melalui bahasa yang baik, maka lawan
komunikasi dapat memberikan respon yang positif. Akhirnya, dapat dipahami apa
maksud dan tujuannya.
2. Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri
Sebagai alat ekspresi diri, bahasa merupakan sarana untuk
mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk
perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya. Begitu juga
digunakan untuk menyatakan dan memperkenalkan keberadaan diri seseorang kepada
orang lain dalam berbagai tempat dan situasi.
Mengetahui Fungsi Bahasa Secara Khusus :
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia secara umum Istilahke
dudukan dan fungsi tentunya sering kita dengar, bahkan pernah kita pakai.
Misalnya dalam kalimat “Bagaimana kedudukan dia sekarang?”, “Apa fungsi baut
yang Saudara pasang pada mesin ini?”, dan sebagainya. Kalau kita pernah memakai
kedua istilah itu tentunya secara tersirat kita sudah mengerti maknanya.
Hal ini terbukti bahwa kita tidak pernah salah pakai menggunakan
kedua istilah itu. Kalau demikian halnya, apa sebenarnya pengertian kedudukan
dan fungsi bahasa? Samakah dengan pengertian yang pernah kita pakai? Kita tahu
bahwa bahasa sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secara terlisan
maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan
status dan nilai-nilai sosial.
Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari- hari, yang di
dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapat ditinggalkan. Ia
selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai manusia anggota
suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan pentingnya bahasa itulah, maka
ia diberi ‘label’ secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa kedudukan dan fungsi tertentu.
Kedudukan dan fungsi bahasa yang dipakai oleh pemakainya
(baca: masyarakat bahasa) perlu dirumuskan secara eksplisit, sebab kejelasan
‘label’ yang diberikan akan mempengaruhi masa depan bahasa yang bersangkutan.
Pemakainya akan menyikapinya secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya akan
memperlakukannya sesuai dengan ‘label’ yang dikenakan padanya.
Di pihak lain, bagi masyarakat yang dwi bahasa (dwilingual),
akan dapat ‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih bahasa yang
digunakannya. Mereka tidak akan memakai secara sembarangan. Mereka bisa
mengetahui apan dan dalam situasi apa bahasa yang satu dipakai, dan kapan dan
dalam situasi apa pula bahasa yang lainnya dipakai. Dengan demikian
perkembangan bahasa (-bahasa) itu akan menjadi terarah. Pemakainya akan
berusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinya
dengan, antara lain, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke
dalamnya.
Unsur-unsur yang dianggap menguntungkannya akan diterima,
sedangkan unsur- unsur yang dianggap merugikannya akan ditolak. Sehubungan
dengan itulah maka perlu adanya aturan untuk menentukan kapan, misalnya, suatu
unsur lain yang mempengaruhinya layak diterima, dan kapan seharusnya ditolak.
Semuanya itu dituangkan dalam bentuk kebijaksanaan pemerintah yang bersangkutan.
Di negara kita itu disebut Politik Bahasa Nasional, yaitu kebijaksanaan
nasional yang berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan- ketentuan yang
dapat dipakai sebagai dasar bagi pemecahan keseluruhan masalah bahasa.
Langganan:
Postingan (Atom)


